Minggu, 01 Juli 2012

Peristiwa Tunguska | Тунгусский феномен

Foto yang diambil pada awal musim panas 1929,
di hutan dekat sungai Khusmo, 5 KM dari pusat ledakan
Peristiwa Tunguska adalah sebuah fenomena alam yang terjadi pada 30 Juni 1908 di Tunguska, wilayah Siberia, Rusia. Peristiwa ini berupa ledakan di udara dengan kekuatan ledakan sekira 40-50 megaton. Meski penyebab peristiwa ini masih menjadi misteri, akan tetapi para ilmuwan banyak yang beranggapan bahwa ledakan ini terjadi akibat jatuhnya meteor.

Menurut saksi mata, peristiwa terjadi kurang lebih pada pukul 7 pagi hari waktu setempat, dari arah tenggara tampak bola api yang besar terbang menuju barat, dan bola api tersebut akhirnya berhenti pada ketinggian 7-10 km di atas daratan Taiga yang tak berpenghuni tersebut, kemudian meledak dan merobohkan pohon hingga lebih dari 2000 km dari lokasi ledakan. Ledakan ini juga menyebabkan pecahnya kaca-kaca yang berada beberapa ratus kilometer dari episentrum ledakan. Selama beberapa hari pasca ledakan, tampak cahaya kuat dan awan yang bercahaya di langit dari wilayah samudra Atlantik ke pusat Siberia. Gelombang ledakkan tercatat di stasiun Seismograf di Irkurtsk, Tashkent, Tbilisi, dan Jena. Efek cahaya dari ledakan ini semakin nampak pada tanggal 1 Juli 1908, dan kemudian berangsur hilang hingga akhir Juli.

Ekspedisi pertama pimpinan L Kulik. Tampak Kulik
kedua dari kiri di depan, mengenakan kaca mata.
Ekspedisi penyelidikan peristiwa ini dimulai pertama kali pada tahun 1927 di bawah pimpinan L. Kulik. Dari beberapa elemen yang ditemukan menunjukkan kemungkinan elemen tersebut berasal dari luar angkasa. Dari penyelidikan tersebut, dimunculkan beberapa hipotesa, salah satunya diketahui bahwa terjadinya ledakan adalah di udara di sekitar ketinggian 5-15 km.

Selain anggapan bahwa peristiwa ini terjadi akibat jatuhnya meteor, para pendukung UFO seringkali mengaitkan peristiwa ini dengan UFO. Perlu dicatat bahwa tiga hari sebelum peristiwa ini terjadi, dari tanggal 27 Juni 1908, dari wilayah Eropa, Rusia di bagian benua Eropa hingga bagian wilayah Siberia, terjadi fenomena langit yang tidak biasa, yakni awan yang berwarna keperakkan dan senja yang cerah disertai halo matahari (cahaya yang tampak seperti cincin matahari). Selain itu, secara detail dijelaskan pula oleh para saksi dari desa sekitar lokasi kejadian, bahwa bola api ini memiliki bentuk bulat atau silinder, berwarna semacam warna merah, atau kuning, atau putih, menimbulkan gemuruh, tapi tidak menimbulkan  jejak asap.



Rekonstruksi Peristiwa Tunguska



Sumber Pustaka


Tunguska.ru: Problema, Istorija, i t.d.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar